-->

Pengertian Besaran Pokok & Besaran Turunan Beserta Contoh Contohnya

Pengertian Besaran Pokok & Besaran Turunan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari aktivitas pengukuran. Ketika Anda membeli beras di pasar, Anda menimbang massanya. Ketika Anda berkendara menuju kantor, Anda memperhatikan kecepatan kendaraan dan waktu tempuh. Segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut sebagai Besaran. Namun, dalam ilmu fisika, tidak semua besaran diciptakan sama. Para ilmuwan membagi besaran menjadi dua kategori utama yang menjadi fondasi bagi seluruh perhitungan sains dan teknik: Besaran Pokok dan Besaran Turunan. Memahami perbedaan keduanya adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana alam semesta ini bekerja secara kuantitatif.

1. Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran dasar yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Anda bisa membayangkannya sebagai "alfabet" dalam bahasa fisika. Sama seperti kata-kata yang tersusun dari huruf, besaran-besaran lain dalam fisika tersusun dari kombinasi besaran pokok ini.

Dalam Sistem Satuan Internasional (SI), yang disepakati oleh konferensi para ilmuwan di seluruh dunia (CGPM), hanya ada tujuh besaran pokok. Ketujuh besaran ini dianggap bebas satu sama lain (independen).

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai ketujuh besaran tersebut:

  1. Panjang (Length): Mengukur jarak antara dua titik. Satuan SI-nya adalah meter (m). Definisi modern meter tidak lagi menggunakan batang logam di Paris, melainkan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu $\frac{1}{299.792.458}$ sekon.

  2. Massa (Mass): Mengukur jumlah materi dalam suatu benda. Satuan SI-nya adalah kilogram (kg). Penting untuk diingat bahwa massa berbeda dengan berat; massa bersifat tetap di mana saja, sedangkan berat bergantung pada gravitasi.

  3. Waktu (Time): Mengukur selang durasi kejadian. Satuan SI-nya adalah sekon (s) atau detik. Definisi sekon didasarkan pada getaran atom Cesium-133.

  4. Suhu (Temperature): Mengukur derajat panas atau dingin suatu benda. Dalam SI, satuannya adalah Kelvin (K), bukan Celcius. Skala Kelvin adalah skala termodinamika mutlak di mana 0 K adalah titik nol mutlak (tidak ada energi panas).

  5. Kuat Arus Listrik (Electric Current): Mengukur jumlah muatan listrik yang mengalir per satuan waktu. Satuan SI-nya adalah Ampere (A).

  6. Intensitas Cahaya (Luminous Intensity): Mengukur daya pancar cahaya yang terlihat oleh mata manusia dari suatu sumber ke arah tertentu. Satuannya adalah Candela (cd).

  7. Jumlah Zat (Amount of Substance): Mengukur banyaknya partikel elementer (seperti atom atau molekul) dalam suatu zat. Satuannya adalah Mol (mol).

Besaran Satuan Internasional Lambang Satuan
Panjang Meter M
Massa Kilogram Kg
Waktu Sekon S
Kuat arus listrik Ampere A
Suhu Kelvin K
Jumlah zat Mole Mol
Intensitas cahaya Candela Cd

2. Besaran Turunan

Pengertian besaran turunan : Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok. 

Jumlah besaran turunan sangat banyak, bahkan tak terhingga, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Ciri utama besaran turunan adalah satuannya merupakan gabungan (perkalian atau pembagian) dari satuan-satuan besaran pokok.

Yang termasuk besaran turunan diantaranya adalah luas, volume, kecepatan, percepatan, gaya, masa jenis, tekanan , usaha energi, tegangan dan lain lain. Tabel Besaran Turunan
Besaran Satuan Internasional Lambang
Luas Meter Persegi m2
Volume Meter Kubik m3
Masa Jenis kilogram/meter kubik kg.m-3
Gaya Newton N (kg.m.s-2)
Kecepatan Meter/sekon m/s (m.s-1)
Percepatan Meter/sekon kuadrat m/s2 (m.s-2)
Tekanan Pascal Pa (kg.m-1.s-2)
Usaha Joule J (kg.m2.s-2)

Iconpro | by Template blogger